Kasus Penyanderaan Pondok Indah, Korban dan Pelaku Punya Hubungan Khusus

Kasus Penyanderaan Pondok Indah, Korban dan Pelaku Punya Hubungan Khusus

20160903-asep-sulaiman-korban-sandera-pondok-indah_20160903_151429Penyanderaan  di Pondokpinang, Jakarta Selatan,  Sabtu (3/9/2016), ternyata dipicu hutang budi antara korban dengan pelaku.

Korban adalah Asep Sulaiman dan keluarganya. Sedangkan pelaku berinisial AJS (38), mantan pengawal Asep (korban) saat masih bekerja di PT ExxonMobil.

Pengacara pelaku, Apolos Jara Bonga, mengatakan, sebelum peristiwa yang disebut penyanderaan oleg pelaku terjadi, Asep pernah memiliki permasalahan pribadi yang diselesaikan secara tuntas oleh AJS.

“AJS menyelesaikan masalah (pribadi Asep) yang cukup berbahaya bagi diri AJS sendiri,” kata Apolos kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com usai menjenguk kliennya, Senin (6/9/2016).

Namun usai masalah korban diselesaikan oleh AJS, korban jadi sulit dihubungi apalagi ditemui.

AJS jadi murka sebab selalu saja ada alasan Asep untuk menghindari dari AJS.

“Kalau ditanya pagi bapak ada atau tidak, pembantunya bilang sudah pergi. Lalu saat ditanya malam harinya, kembali dibilang bapak belum pulang,” kata Apolos.

Kliennya kemudian murka dan memilih jalan pintas yang salah. “Caranya kami akui salah,” kata Apolos. Apalagi dengan membawa senjata api (Senpi) dan menerobos masuk.

Namun, Apolos menyebut kliennya tak punya jalan lain untuk bertemu Asep selain dengan cara kasar. Sebab Asep terus menghindar.

Soal masalah korban yang pernah diselesaikan oleh pelaku, Apolos enggan membeberkannya.

Selain itu, Apolos juga enggan menjelaskan apa sebenernya yang dicari atau ditagih pelaku sampai menggunakan cara kasar untuk bertemu Asep.

“Ini masih dalam tahap penyidikan soalnya,” kata Apolos.

Sebelumnya kasus penyanderaan ini jadi heboh pada Sabtu (3/9/2016). Sebab pelaku membawa Senpi, hingga polisi reserse sampai Brimon berkumpul dengan senjata lengkap di rumah mewah milik Asep.

Awalnya disebut yang terjadi adalah kasus perampokan. Tapi belakangan polisi mengetahui bahwa antara korban dan pelaku punya hubungan cukup dekat sejak tahun 2010.

It's always a shame to cover up traditional features during a renovation – but the allure of fresh modern design is hard to pass up. This post looks at two attractive interiors that embrace the best of both worlds by preserving classic architectural details while decorating with stylish modern furniture and lighting features. The color themes and materials transcend eras for a totally integrated style that pays homage to the history of the buildings in which they reside. Both interiors are the result of collaboration between architects Slava Balbek & Artem Zavarzin.

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY