Beng Ong, Saksi Ahli Jessica Ditangkap Petugas Imigrasi

Beng Ong, Saksi Ahli Jessica Ditangkap Petugas Imigrasi

20160815-jessica-wongso-kumala_20160815_115559

ILUSTRASI -Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso (tengah) usai menyelesaikan admintrasi di Kejaksaan Negeri, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/5). Berkas perkara kasus kopi beracun yang menjerat tersangka Jessica Wongso akhirnya lengkap (P21) dan di tahan di Rutan Pondok Bambu untuk segera menjalani persidangan. 

Saksi ahli patologi Fakultas Kedokteran Universitas Quensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong yang dihadirkan oleh kuasa hukum Jessica Kumala Wongso pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/9) kemarin gagal pulang.

Beng diamankan pihak Imigrasi Jakarta Pusat ketika hendak pulang ke Singapura hari ini, Selasa (6/9/2016).

Pengamanan Beng sendiri dibenarkan oleh Kepala Humas Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Heru Santoso lantaran masalah keimigrasian.

Visa kunjungan yang digunakan Beng tidak sesuai dengan ketentuan.

“Iya benar, diamankan pagi di Bandara (Soekarno Hatta-red), (masalah-red) visa kunjungan yang dipakainya,” ungkapnya singkat.

Terkait hal tersebut, Heru menyampaikan jika pihaknya masih melakukan pemeriksaan Beng di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat.

Hanya saja dirinya enggan membeberkan tahapan pemeriksaan ataupun status visa kunjungan yang digunakan oleh Beng ke Indonesia.

“(Beng-red) Masih diperiksa, belum ada hasilnya. Mohon maaf belum bisa saya sampaikan,” tuturnya.

Tak ada sianida

Sebelumnya, ahli Patologi Forensik dari The University of Queensland, Australia, Beng Beng Ong meragukan kematianWayan Mirna Salihin lantaran racun sianida.

“Dari keseluruhan ciri-ciri (kematian Mirna) ini, maka kesimpulan saya adalah penyebab kematian tidak dapat dipastikan, korban tampak tidak meninggal karena keracunan sianida,” ujar Beng, dalam kesaksiannya di sidang kasus kematian Mirna di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar raya, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016).

Mengacu pada menghitamnya bibir Mirna saat wanita muda tesebut tewas, pria asal Australia tersebut mengatakan fakta tersebut tidak bisa dijadikan acuan.

“Untuk orang yang meninggal karena keracunan sianida, tendensi seperti itu sangat kurang,” jelasnya.

Walaupun pada umumnya, fakta tersebut terjadi pada kasus kematian yang disebabkan oleh sianida.

“Ciri-ciri yang disebut vakulasi ini telah ditemukan pada orang-orang yang meninggal karena sianida, yang menunjukan adanya pengikisan pada lapisan lambung,” katanya.

Saksi yang dihadirkan oleh pihak terdakwa Jessica Kumala Wongso dalam sidang ke-18 tersebut menuturkan tidak ada ciri klinis dalam tubuh Mirna yang menunjukan adanya racun tersebut.

“Korban tidak menunjukan adanya keracunan sianida, ciri-ciri klinisnya, toksikologinya juga tidak menunjuk adanya sianida,” tandas Ong.

It's always a shame to cover up traditional features during a renovation – but the allure of fresh modern design is hard to pass up. This post looks at two attractive interiors that embrace the best of both worlds by preserving classic architectural details while decorating with stylish modern furniture and lighting features. The color themes and materials transcend eras for a totally integrated style that pays homage to the history of the buildings in which they reside. Both interiors are the result of collaboration between architects Slava Balbek & Artem Zavarzin.

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY