SUBHANALLAH..,!!!SUNGGUH MULIA SEORANG TUKANG BECAK BERSEDEKAH 300 JUTA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID..,!!! INI...

SUBHANALLAH..,!!!SUNGGUH MULIA SEORANG TUKANG BECAK BERSEDEKAH 300 JUTA UNTUK PEMBANGUNAN MASJID..,!!! INI KISAHNYA..,!!!BACA SELENGKAPNYA DI BAWAH INI JANGAN LUPA BANTU SHARE YEA GUYS

Pandangan manusia seringkali tertuju pada penampilan maupun harta yang riil dipakainya. Manusia lebih menghormati mereka yang menaiki mobil menawan, berbusana mahal dan penampilan fisik yang rupawan.

Diluar itu, orang yang memiliki fisik tidaklah begitu rupawan, harta yg tidak seberapa dan kendaraan yang apa yang ada seringkali jadi buah ejekan bahkan hinaan. Meskipun sesungguhnya manusia terbaik dalam pandangan Allah yaitu manusia yang memiliki akhlak dan ketakwaan yang baik.

Terkisah di satu daerah perkotaan yang tengah merencanakan pembangunan masjid, Pengurus masjid kekurangan dana dalam meraih pembangunan itu. Semuanya usaha yang diakukan telah dikerahkan sekuat tenaga, tetapi hanya sedikit saja warga yang menginginkan menyumbang dan itu juga dalam jumlah dana yang kecil hingga pembangunan yang harusnya dapat beres dalam sekejap selanjutnya harus dipending dahulu karena kekurangan dana.

Didalam kebingungan itu, ketua panitia pembangunan masjid didatangi oleh seseorang yang menggunakan baju yang seadanya. Si ketua panitia selekasnya menjawab salam serta menengok dulu dari jendela siapakah kiranya yang berkunjung ke rumahnya itu. Dengan ciri-ciri orang perkotaan yang sedikit saksikan materi, si ketua panitia itu cuma konsentrasi mengecheck apakah tamu yang datang padanya memakai kendaraan seperti mobil atau motor.

Tetapi rupanya tamu yang datang itu tidak menggunakan kendaraan apa pun dan pernah terbesit dalam benak si empunya rumah, “Untuk apa sih orang miskin itu datang kesini? ”

Karena memang tamu itu sudah ada di depan pintu, pada akhirnya si ketua panitia mempersilakannya untuk masuk dan menyuruhnya untuk duduk. Sesudah beberapa menit bertanya mengenai kehadirannya ke rumah ketua panitia pembangunan masjid, setelah itu tamu itu kemukakan pertanyaan, “Kira-kira berapakah dana yang dibutuhkan Pak untuk pembangunan masjid itu? ” Karena merasa apabila tamunya tidaklah orang kaya, dengan ketus dan sedikit menyepelekan, si ketua panitia berkata, “Sekitar 300 jutaan sih. ”

Setelah dapatkan jawaban yang dikehendakinya, selanjutnya tamu itu berpamitan dengan lebih dahulu berikanlah nomer hp kepunyaannya. Ia berpesan pada ketua panitia, “Pak apabila dapat besok atau lusa luangkan waktu untuk datang ke kantor Agama untuk mengurusi surat-surat pembangunan. Tetapi terlebih dulu itu sebaiknya bapak menelepon saya lebih dulu ke nomer ini. Insyaallah mudah-mudahan ada rezeki untuk pembangunan itu. ”

Walaupun pernah sedikit tidak yakin, tetapi si ketua panitia mengiyakan dan malam harinya ia berkata pada panitia yang lain tentang hadirnya tamu yang dirasakannya sore tadi. Sebagian dari panitia itu ada yang berkata ketus, “Sudahlah jangan sampai urusin orang itu. Biarkanlah saja. Cobalah, darimana orang itu dapat bisa uang segitu untuk pembangunan masjid kita ini?

Karena omongan sebagian rekannya itu, sang ketua panitia setelah itu mengambil keputusan untuk tidak datang ke kantor Agama besok harinya.

Siang harinya, dengan idzin Allah seorang warga yang sekalian jamaah yang ada disana menginginkan mengambil satu mobil di show room dan menginginkan ditemani oleh sang ketua panitia. Jadi berangkatlah mereka berdua ke show room yang kenyataannya berdekatan dengan kantor Agama.

Waktu telah usai mengurusi transaksi pengambilan mobil, mereka berdua juga beranjak pulang. Waktu saksikan ke arah kantor Agama, ketua panitia terasa penasaran dan berkata pada rekannya itu, “Gimana jika kita datang saja ke kantor Agama da menelepon tamu yang kemarin? ” Meskipun pernah ragu, selanjutnya rekannya itu mengiyakan juga.

“Assalamualaikum pak! Bagaimana jadi menginginkan menyumbangkan untuk pembangunan masjid yang kemarin? Saya tunggulah Bapak hingga jam 11 cocok. Jika Bapak terlambat, saya tidak akan menunggu dikarenakan saya banyak persoalan. ” Sekianlah pernyataan ketua panitia itu waktu menelepon tamu yang kemarin datang ke tempat tinggalnya.

Waktu jam perlihatkan jam 11 lebih 5 menit, keduanya berinisiatif untuk pulang. Tetapi dari terlalu jauh terlihat sosok tamu yang kemarin datang dan tengah menaiki becak hampiri kantor Agama.

Ia juga berkata, “Maaf Pak saya sedikit telat. Mari kita keduanya sama selekasnya masuk saja ke kantor Agama. ” Mereka juga masuk dengan didahului oleh tamu itu.

Waktu ada di ruangan yang dituju, tamu yang telah ditunggu oleh ketua panitia dan rekannya itu selekasnya mengeluarkan uang dari tasnya dan menyuruh pada petugas kantor Agama agar selekasnya menghitungnya dan buat kwitansi serah terimanya. Dengan enjoy ia berkata, “Tulis saja sumbangan ini atas nama Hamba Allah serta tidak perlu menulis nama saya. Pencatatan ini memanglah diperlukan sebagai arsip dan memanglah Allah menyuruh supaya masing-masing transaksi sebaiknya dicatat, terutama menyangkut harta benda. ”

Yang paling buat ke-2 panitia pembangunan masjid terkejut yaitu jumlah duit yang dikeluarkan oleh orang itu yang sebagian 300 juta rupiah. Dengan sedikit rasa malu bercampur rendah diri, keduanya menundukkan pandangan lantaran kemarin dan cocok datang tadi mereka pernah menyepelekan orang itu yang disangka orang miskin.

Tetapi sesudah diselidiki, kenyataannya sosok simpel itu yaitu seorang pengusaha kebun kopi yang telah memiliki kekayaan melimpah tetapi masih tetap tidak sombong dengan kekayaannya.

Subhanallah…. semoga Allah mengkaruniakan rejeki yang melimpah pada kita semuanya tidak ada sedikit juga buat kita jauh dari melakukan beribadah kepadaNya dan semoga dijauhkan dari sikap bermewah-mewahan akan titipan Allah itu.

Semoga juga Allah bersihkan hati kita dari saksikan seseorang karena materi yang dimilikinya didunia karena sebaik-baik harta yaitu amal shaleh dan ketakwaan yang akan dibawa sampai mati. Amiin

It's always a shame to cover up traditional features during a renovation – but the allure of fresh modern design is hard to pass up. This post looks at two attractive interiors that embrace the best of both worlds by preserving classic architectural details while decorating with stylish modern furniture and lighting features. The color themes and materials transcend eras for a totally integrated style that pays homage to the history of the buildings in which they reside. Both interiors are the result of collaboration between architects Slava Balbek & Artem Zavarzin.

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY