Terlalu cinta, santri curi jenazah Sunan Bonang seberangi lautan

Terlalu cinta, santri curi jenazah Sunan Bonang seberangi lautan

Begitu populernya Sunan Bonang saat itu, sampai-sampai beliau mempunyai banyak murid beragam suku bangsa. Mereka semua mencintai gurunya. Hingga akhirnya Ia wafat pada usia 60 di rumah kediamannya yang terletak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Jawa Tengah.

Tak heran setelah meninggal, jenazah Sunan Bonang menjadi rebutan para muridnya. Ada murid dari dua daerah kala itu yang sama-sama ingin memakamkan Sunan Bonang di daerahnya.

“Sampai akhirnya beliau wafat di Lasem, Bonang sana. Ada muridnya yang punya keinginan untuk memindahkan makam beliau. Akhirnya secara diam-diam jenazah beliau dicuri. Waktu itu beliau dinaikkan perahu, maunya di bawa ke Madura atau Bawean,” ungkap Juru Kunci Makam Sunan Bonang, Ichwanuddin ketika di temui di kompleks makam Sunan Bonang, Tuban, Jawa Timur, Selasa (2/6).

Murid dari dua daerah tersebut akhirnya merencanakan untuk mencuri jasad Sunan Bonang. Mereka membawa jasad Sunan Bonang yang terbungkus kain kafan itu melalui jalur laut. Kemudian sesampainya di pesisir Tuban, perahu yang ditumpangi mereka terbawa ombak dang angin dan terpaksa merapat di Tuban.

“Akhirnya kedua murid tadi kehilangan akal. Mau enggak mau mereka harus ngasih tau ke warga dan penduduk sekitar. Memberitahukan bahwa yang dibawa adalah jasad Sunan Bonang. Diceritakan juga akan di bawa ke Madura atau Bawean,” tuturnya.

Mereka lalu menyerah. Mereka terpaksa bercerita dengan jujur kepada masyarakat pesisir Tuban, bahwa jasad tersebut mereka curi dari Lasem. Akhirnya dengan persetujuan masyarakat, jasad Sunan Bonang dimakamkan di Tuban. Namun sebelum dimakamkan di Tuban, murid dari dua daerah tersebut menyampaikan permintaan yang harus dipenuhi.

“Akan tetapi syaratnya kafan aslinya tetap dibawa kedua muridnya. Akhirnya kafannya diganti dan muridnya meneruskan perjalanan pulang. Mungkin kafannya dibagi dua ya, karena di Madura dan Bawean ada,” tuturnya.

Sampai saat ini tercatat ada empat makam Sunan Bonang di wilayah Indonesia. Daerah tersebut antara lain, Lasem, Tuban, Bawean dan Madura. Namun banyak orang menilai bahwa makam yang di Lasem merupakan petilasan. Petilasan merupakan atmosfer lingkungan hidup seorang wali ratusan tahun silam. Kemudian makam di Tuban diyakini merupakan makam asli Sunan Bonang. Tuban dianggap sebagai makam utama. Sementara di Madura dan Bawean merupakan makam dari kain kafannya.

“Namanya seorang wali allah itu orang yang luar biasa, walaupun itu kuburan daripada kafannya tapi tetap diziarahi pecintanya. Sampai sekarang pun masih dikholi atau diulangtahuni,” tutupnya.

It's always a shame to cover up traditional features during a renovation – but the allure of fresh modern design is hard to pass up. This post looks at two attractive interiors that embrace the best of both worlds by preserving classic architectural details while decorating with stylish modern furniture and lighting features. The color themes and materials transcend eras for a totally integrated style that pays homage to the history of the buildings in which they reside. Both interiors are the result of collaboration between architects Slava Balbek & Artem Zavarzin.

Comment

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY